sabun curah , pabrik sabun , shampo mobil motor , semir ban , silicon emulsi , sabun cuci piring , deterjen cair , detergent curah , sabun murah , sabun bandung , distributor sabun , suplier shampo , semir ban bandung, parfum laundry , starklin , aryanz ,
Pernahkah kamu melihat perilaku ibu-ibu yang berkendara secara serampangan di jalanan? Biasanya bila bertemu dengan ibu-ibu seperti ini, banyak pengendara motor yang berusaha menghindar. Karena jika tidak, masalah yang lebih besar akan muncul saat harus berurusan dengan ibu-ibu. Apakah kamu pernah mengalami hal seperti ini juga?
Jagat maya pernah diramaikan dengan jargon penguasa jalanan adalah emak-emak. Hal ini karena saking banyaknya video viral ibu-ibu yang berkendara seenaknya dan mengabaikan sekaligus membahayakan pengendara lain. Kebiasaan tersebut beresiko menyebabkan kecelakaan. Sehingga mengesankan bahwa perempuan hampir selalu sembarangan saat berkendara.
The power of emak-emak juga jadi jargon viral yang diberikan oleh warganet karena kebiasaan berkendara perempuan, khususnya ibu-ibu yang selalu bikin heboh jagat maya. Golongan perempuan yang satu ini seperti tidak punya rasa takut dan asal kendaraannya bisa melaju di jalanan dengan lancar, maka mereka akan mengabaikan pengendara lain yang sekiranya mengganggu.
Walaupun masih banyak yang taat lalu lintas dan tidak berkendara sembarangan, tetapi banyak orang yang sudah terlanjur mencitrakan emak-emak motoran adalah penguasa jalanan yang sesungguhnya dan kebiasaan-kebiasaan mereka yang sebenarnya berbahaya. Penasaran kebiasaan apa saja itu? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Kesalahan Menyalakan Lampu Sein
Kebiasaan yang pertama adalah soal lampu sein. Seringkali kita melihat pengendara wanita yang menyalakan lampu sein kanan tapi malah berbelok ke arah kiri. Ini membuat pengendara lain merasa kagok dan tidak jarang harus mengerem mendadak demi menghindari tabrakan dengan motor di depannya. Jika diprotes pengendara lain, maka akan dibentak balik lebih keras lagi.
Kesalahan menyalakan lampu sein ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kurang fokus selama di jalanan. Ibu-ibu jadi kurang fokus karena memikirkan banyak hal secara bersamaan ketika meninggalkan tempat sebelumnya. Contohnya ketika sudah meninggalkan rumah, maka biasanya ibu-ibu akan kepikiran alat masak listrik sudah dimatikan atau belum, selang tabung gas sudah dilepas atau belum, bahan masakan masih ada atau habis, dan sebagainya. Masalah kurang fokus ini menyebabkan gaya berkendara wanita jadi kelihatan sembarangan.
Selain karena kurang fokus, lupa menjadi penyebab lain banyaknya pengendara wanita yang melakukan kesalahan saat menyalakan lampu sein. Tidak sedikit wanita yang lupa mematikan lampu sein ketika sudah berbelok atau berpindah arah sehingga membingungkan pengendara lain, baik di depan maupun di belakangnya.
Melanggar Aturan Lalu Lintas
Melaju lambat di lajur cepat atau melaju lambat di tengah jalur jalan sehingga menghalangi laju kendaraan lain yang hendak mendahului, merupakan kebiasaan buruk kedua yang dilakukan pengendara wanita di jalan. Kebiasaan melanggar aturan lalu lintas sebenarnya dilakukan juga oleh pengendara pria. Tapi khusus wanita, mereka lebih sering melakukan kesalahan yang serupa.
Selain itu, menerobos lampu merah hingga berbelok arah tanpa memperhatikan kondisi sekitar juga kebiasaan buruk wanita yang masih sering ditemui di jalanan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenal dan memahami kondisi jalanan serta mengetahui fungsi-fungsi dari fitur kendaraan yang dipakainya. Namun tidak bisa secara sepihak menganggap semua wanita akan melakukan hal yang sama, karena ada juga pengendara wanita yang punya kontrol yang baik terhadap kendaraannya hingga mafhum soal fitur-fitur yang ada pada kendaraannya.
Pemilihan Jenis Motor
Seringkali kita bertemu dengan pengendara wanita yang menggunakan motor terlalu kecil atau terlalu besar. Jika tidak dapat menguasai motor, hal ini akan berakibat pada kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan. Maka dari itu, penting sekali untuk mengendarai motor sesuai dengan ukuran yang pas dengan badan pengendara. Juga kemampuan menguasai dan paham kondisi kendaraan sebelum dipakai adalah poin penting lainnya yang harus diperhatikan oleh pengendara wanita.
Cara Pakai Helm yang Salah
Masih banyak pengendara wanita yang memakai helm dengan cara yang kurang tepat. Contohnya jika gelungan rambut terlalu tinggi, tatanan jilbab dan rambut untuk kondangan tidak mau rusak, hingga tidak mau rambut lepek, maka helm akan dikenakan sekedarnya saja. Bahkan tidak jarang helm akan ditenteng tanpa dipakai. Padahal memakai helm ketika naik motor, baik sebagai pengendara maupun penumpang, bisa mencegah terjadinya kecelakaan fatal, terutama melindungi bagian kepala dari benturan.
Memegang Stang dengan Posisi Terbalik
Satu lagi kebiasaan berbahaya yang sering dilakukan pengendara wanita. Cara memegang stang normalnya dengan posisi punggung tangan menghadap ke atas. Tapi ada sebagian pengendara wanita yang justru memegang stang dengan posisi terbalik. Hal itu dilakukan untuk mencegah kulit tangan menjadi belang sebab terbakar sinar matahari. Kebiasaan ini bisa mengurangi reflek tangan dalam memegang kemudi sehingga berakibat terlambatnya respon tangan ketika terjadi senggolan dengan pengendara lain.
Duduk Menyamping Saat Dibonceng
Kebiasaan wanita saat dibonceng adalah duduk menyamping. Kebanyakan dilakukan ketika menggunakan rok. Hal ini bisa berbahaya karena keseimbangan pengemudi akan berkurang, apalagi kalau melakukan manuver yang terlalu tajam akan ada kemungkinan jatuh. Sebaiknya jika menggunakan rok, pakailah rok yang agak lebar atau pakai lapisan celana panjang. Hindari kebiasaan yang satu ini untuk mencegah kecelakaan terjadi.
Ditulis oleh: Vidya Aulia
Baca juga:
Ini Tanda-Tanda Oli Motor Harus Diganti, Gak Harus Hitung Jarak Dulu
Velg dan Ban Lebih Cepat Kusam dan Rusak Saat Musim Pancaroba? Coba Cara Ini!